Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sholat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2009

Takbir Itu Padamkan Api

Sembilan hari terakhir jelang ramadhan berakhir...

Saat ramadhan hendak menuju puncak kesempurnaan....

Saat dua puluh hari perjuangan berat telah dilewati...

Orang yang sungguh2 puasa pasti menginginkan bisa beribadah lebih khusyu' lagi di sembilan ato sepuluh hari terakhir itu. Di sana ada malam Lailatul Qodr : malam kemuliaan yang nilai pahalanya lebih besar dari pada beribadah selama seribu bulan (sepadan dengan 83 tahun ato seumur hidup manusia). Disana juga ada hari pembebasan dari api neraka bagi yang menyempurnakan puasa sampai hari terakhir.Mungkin hanya orang2 tertentu saja yang bisa meraih hadiah Allah itu.

Menahan haus dan lapar itu berat. Tapi batasnya jelas. Tenggorokan yang kering dan perut yang kosong merintih2 ingin diisi itu letaknya di dalam. Sementara mulut tempat pintu masuk makanan itu letaknya diluar. Nah, remnya diluar kan. Jadi bila ingin makan ato minum tinggal bungkam mulut. Orang lain pun bisa mengingatkan bila kita lupa makan / minum

Tapi menahan omongan itu tantangan besar. Ini masalah hati. Amarah yang meledak2, mata yang selalu awas pada kutu di lautan, telinga yg selalu ingin mendengar berita buruk. Semua dengan mudah mengoyak mulut yang sudah di bungkam. Mulut pun ember ke mana2. Nafsu rohaniah itu remnya ada di dalam ( hati). Hanya diri sendiri yang bisa mengendalikan.

Luluskah puasa saya kemaren? Ramadhan 1430 H. Sepertinya tidak. Wallohua'lam. Di sembilan hari terakhir saya malah dapat berita buruk. Jeleknya, rem di dalam hati blong. Pasrah di bawa setan yang lolos dari kerangkeng neraka (Katanya kalo bulan puasa setan pada di kerangkeng ya).

M yang sudah saya anggap sodara sendiri, saya percayai 1000 % omongannya ternyata bohong. Saya pun ngamuk. Istrinya yang tak bersalah pun ikut saya takut2in.

Di mata saya kelewatan sekali cara dia berbohong. Orang boleh saja becanda, berbohong sedikit buat sekedar lucu2an. Tapi kenapa ia mesti berbohong dgn berlindung di balik ayat2 Allah dan sunnah Rasul. Ini yg saya gak terima, agama buat main2.

Lebih dongkol lagi saat ia mengakui kebohongannya. Lagi2 ia pake asma Allah

M : Qodarollah. Ini sudah kehendak Allah

Beughhhhh!!!!! Kemarahan saya pun makin membuncah. Allah dijadikan topeng.

Ia minta maaf. Tentu saja bukan hal yang enteng untuk memaafkan penipu kelas berat. Sudah menipu manusia masih juga pake nama Allah. Saya ngamuk. Puasa yang suci ini bukannya di isi dgn baca Quran ato dzikir. Malah di nodai dengan umpatan2 dan perang kata2.

Semalam kami adu mulut via pesan pendek. Baru berhenti saat saya ingat ada UU ITE yang bisa menghukum orang. Sms pun bisa jadi bukti tindakan pelanggaran hukum. Tetap belum puas, paginya habis subuhan saya mulai lagi perang sessi 2. Saya buka dengan ucapan "La'natulloh wa malaikatihi...". Pagi2 sudah buka puasa dengan pertengkaran. Berhentinya setelah ingat harus masuk kerja. Sudah jam 07.00 wib.

Malam selanjutnya...

Saya gak tau apa yang ada dalam hatinya. Merasa menang ato apa. Tiba2 telpon berdering. "M memanggil" ,gitu pesan di layar.

M : Assalamualaykum

Me: Waalaykumsalam

M : Lagi apa?

Me: Lagi nangis

M : Bla...bla...bla...(minta maaf & ngasih penjelasan)

Me: Udah ?

M : Gini...gini...

Me: Udah ?

M : Udah. Assalamualaykum

Saya sudah malas dengar suara M. Pintar mencari pembenaran. Tapi habis taraweh bendera perang saya kibarkan lagi di pesan pendek. Benar2 tak ada maaf. Lagi2 ia membalas dengan permintaan maaf yang panjang lebar.

Istrinya juga minta maaf, tapi saya cuekin. Malah saya resend pesan2 pendek dari suaminya. Biar nyonya itu dongkol. Ada bukti otentik siapa yang mulai bikin onar. Bahkan sempat saya olok2 : selamat ganti kartu mbak. Tega bener tuti ini nyakitin sesama.

Berhari2 saya sedih, nangis, tapi menang dengan sikap arogan ini. Bak artis di infotainment kesandung batu, saya pun ngadu ke teman2. Untunglah mereka baik2, memberi saran yang positif dan melarang saya nyebar kejelekan orang. Shine, makrus, tangkil... u're the best.

Akhir ramadhan takbir berkumandang di penjuru langit. Allohu Akbar... Allohu Akbar... Di barisan jamaah sholat maghrib itu air mata menetes di pipi. Ingat dosa2 yang banyak sekali. Juga kesombongan yang sangat tak pantas dihadapan Allah. Ada Alloh yang Maha Besar mengawasi semua makhluk ciptaan-Nya. Orang2 di seluruh dunia memuji kebesaran-Nya. Sementara saya malah berkubang dalam kesombongan dan kehinaan.

Pulang dari masjid cepat2 saya kirim pesan pendek ke istri M. Minta maaf. Ia balas minta maaf juga. Malah pake mendoakan yang baik2 juga (tulus ato ngejek bu'? )

Gema takbir itu meluluhkan kekerasan hati tuti. Memadamkan api yang sempat berkobar- panasnya membara- menyulut dendam dan amarah berhari2. Terimakasih ya Allah ... masih Engkau beri hamba-Mu kesempatan bertaubat.
READ MORE - Takbir Itu Padamkan Api

Kamis, 03 September 2009

Subuhan

Jumat. 4 September 2009

Memasuki hari ke 16 Bulan suci Romadlon

Subuhan. Alhamdulillah...bisa datang ke masjid buat sholat berjamaah. Semoga malaikat tidak terhenyak melihat kehadiran saya di serambi rumah Allah (yang dalam buat kaum Adam soalnya). Tumben...datang ke masjid.

Habis imsya' tadi cepat2 gosok gigi, wudlu, terus ke masjid. Sampai masjid masih azan. Belum banyak yang datang. Jadi masih bisa menikmati keheningan "surga". Dan bebas milih tempat, masih banyak yang kosong. Dan biar gak di lompat-lompati orang baiknya ambil tempat yang depan saja.

Malaikat : Datang ke masjid sekali aja pamer. Sok banget kau tut.

Setan : Awas ya sekarang kau boleh rajin, besok ku ikat lagi kakimu.

Me : Na'am. Kalian berdua benar. Kadang mihak malaikat, kadang setan juga.


Sholat subuh jamaah ternyata bikin hati tenang ya. Hiks...ini kalo lagi nyadar. Kalo lagi kumat ya enakan...ngorok.

Habis sholat ada ceramah. Yang ngisi ceramah masih muda, berjenggot, mukanya hitam tapi bersih bercahaya. Berbaju lurik merah marun lengan panjang. Akhir2 ini makin banyak anak muda berjenggot ya. Pasti orang kafir kesal lihat orang muda makin banyak yang bangga dengan identitas islamnya. Berjenggot, berjilbab, muka yang bersinar karena air wudlu. Dan yang lebih penting adalah substansinya: tidak narkoba, tidak kriminal, tidak ugal-ugalan.

Inilah inti ceramah beliau:

1. Sholat subuh berjamaah itu pahalanya = sholat sepanjang malam.
2. Tidak berterimakasih kepada Allah bila tidak mau berterimakasih kepada manusia.
3. Amalan manusia yang dicintai Allah setelah sholat fardlu adalah membahagiakan
orang lain.

Begitulah isi ceramah subuh yang singkat namun padat berisi pagi itu. Beruntung saya bisa mendengar petuah bagus itu. Tapi mestinya lebih bagus lagi bila bisa mengamalkan sedikit demi sedikit.
READ MORE - Subuhan

Rabu, 11 Februari 2009

Mengapa Sholat Bikin Sehat?

Karena Sholat bikin orang hidup teratur, itu jawabnya. Ini pendapat subjektif saja dan dari melihat orang-orang di sekitar.

1. Teratur dalam kebersihan
Bersih badan, gigi, pakaian dan tempat. Kalau mau ke masjid kok jorok atau bau kan malu. Jadi sholat itu memotivasi kita untuk selalu rajin menjaga kebersihan. Apalagi rajin menjaga kebersihan adalah sunnah rosul. Kalau sudah bersih, bakteri2 jahat sumber penyakit pun menjauh.

2. Teratur dalam tidur / Istirahat
Kecanggihan teknologi telah membuat orang betah melek berlama-lama alias begadang. Tv nyala 24 jam, radio juga 24 jam. Warnet pun buka 24 jam, hehehe. Hape-hapean dini hari murah tarifnya. Cafe, tempat hiburan dan tempat makan yang buka sepanjang malam makin menjamur. Sebelumnya cuma toko nisan yang buka 24 jam hehehe. Duuuhhhh, orang hidup di hari gini semakin di manjakan fasilitas saja.

Tapi hati2, kalo terlena otak yang gak kuat. Aliran darah di otak / kepala jadi terhambat. Banyak yang sudah kena stroke karena hal sepele: kurang tidur. Bapak juga pernah gitu, makanya bisa ngomong hehehe. hobinya begadang, liat David Beckam cs berebut bola. Awalnya suka pusing, diobati sendiri dengan bodrex dan sejenisnya. Puncaknya pas main bola, jatuh di lapangan. Untung teman2nya baik hati dan ngantar pulang ke rumah.

Seisi rumah terkejut dan panik lihat bapak hampir tak sadar dan sangat berterima kasih pada teman2 beliau. Lalu cepat-cepat di bawa ke rumah sakit. Alhamdulillah masih dilindungi. Nginap 2 pekan di RS. Habis itu masih ada terapi2. Dilatih menggerakkan tangan, kaki, lalu pelan2 belajar jalan. Kembali jadi balita ya. Makanya jangan suka begadang ya.. biar ga sakit aneh2. Dah sakit sekali, perawatannya rumit, keluarga gak tenang.

Tidur yang cukup sangat baik untuk kesehatan. Fisik dan otak kita dapat istirahat. Juga memudahkan menjalani sholat subuh di awal waktu.

3. Teratur dalam makan
Kalo kurang makan sholat jadi gak konsen. Kalao over makan sholat jadi malas. Ambil yang tengah, secukupnya saja. Sholat dapet, sehat juga dapet. Bebas nyeri lambung juga kan?

4. Teratur menata hati
Bacaan2 dalam sholat adalah dzikir/ingat kita kepada Allah Sang Khalik. Bukan sekedar mantra yang diulang2. Kalo sekedar mantera maka sholat kita pun asal selesai saja. Habis sholat ya sudah, nanti juga sholat lagi. Sekedar rutinitas dan memenuhi kewajiban saja. Seperti jarum jam yang selalu berputar tapi akhirnya kembali ke angka 1 lagi.

Kalo sbg dzikir maka kita bacanya pelan2 dan diresapi maknanya. Saat takbir kita yakin bahwa hanya Allah yg kuasa, yang maha besar. Saat Al Fatihah kita berharap jadi golongan hamba yang lurus, bukan yang ingkar. Maka kita akan bisa bedakan mana yg halal mana yg haram. Kalopun nyimpang jangan jauh2, hehehe.

Saat ruku' kita akui ketundukan kita pada Allah. Jadi kita gak akan percaya pada takhayul dan ramalan2 dukun mata duitan. Saat sujud kita resapi bahwa kita hanya hamba yang rendah. Maka buat apa sombong, takabur, membuang muka, kikir dan sejenisnya. Kalo kita masih sombong berarti kita golongan iblis yang tak mau memenuhi perintah Allah. Saat tahiyat kita berikrar janji setia pada ikatan Allah dan Rasul. Wah . makin berat saja kalo direnungkan. Nurut pada rasul? Ringan di ucapan tapi berat di lakukan. Sebisa mungkin kita lakukan semampu kita dulu saja.
Saat salam kita mendoakan keselamatan orang di kanan dan kiri kita. Kalo ada yg lapar kita beri makan walau sedikit, siapa tau itu menyelamatkan walau sesaat. Kalo di jalan juga gak usah ngebut biar orang lain juga selamat.

Dengan sholat yang tak buru2 - afdholnya di awal waktu jadi kita benar2 punya prime time buat Allah -kita jadi tenang. Selalu merasa punya pelindung yaitu Allah. Kalo hati sudah tenang wajah pun segar dan enak di pandang. Jadi sholat emang bikin sehat fisik maupun psikis kita.
READ MORE - Mengapa Sholat Bikin Sehat?